18
Feb
2011
budaya kesehatan sosial
  1. tarabaskara posted this

Legenda Suku Apa

Di suatu samudera yang terbentang luas terdapat sebuah pulau yang bernama pulau Jauh, yang dihuni suatu suku yang hidup sejahtera. Suku tersebut bernama suku Apa . Suku Apa hidup bahagia karena pulau Jauh merupakan daratan yang subur, terdapat aneka tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan. Selain itu lautnya pun subur, ikan serta sumber daya laut sangatlah melimpah. Tak hanya itu, panorama pulau Jauh juga sangatlah indah. Berjejer gunung-gunung yang tinggi menjulang. Sungai-sungai yang jernih. Hutan yang eksotik serta gemericik air terjun. Tak heran jika suku Apa hidup bahagia di pulau Jauh.

Suatu hari di pesisir pantai, suku Apa digemparkan oleh sebuah pria yang terbujur kaku. Pria tersebut memakai baju putih dan celana putih.  Salah satu penduduk suku Apa yang bernama Hapiz memberanikan diri untuk memeriksa apakah pria ini masih hidup atau sudah tewas. Setelah disentil hidungnya, ternyata pria tersebut terbangun.

Pria: “Dimana aku ini? Siapa kalian?”
Hapiz: “Ini pulau Jauh, kami adalah suku Apa, warga yang tinggal disini. Kamu siapa?”
Pria: “Namaku Saipul. Saipul Janil. Kemarin kapalku karam. Aku seorang dokter.”
Hapiz: “Lebih baik kamu bertemu dahulu dengan kepala suku kami.”

Akhirnya Saipul dibawa warga suku Apa ke rumah sang kepala suku. Saipul terkejut ternyata kepala suku Apa merupakan sebutir macan. Terdapat papan nama terpampang disana bertuliskan Macan Ga Macan Asal Tutul. Saipul pun berbincang dengan kepala suku.

Saipul: “Wahai paduka. Hamba bernama Saipul. Hamba baru saja mengalami kecelakaan. Kapal hamba karam, beruntung hamba masih tetap hidup dan terdampar sampai ke pulau ini. Bolehkah hamba tinggal disini untuk sementara?”
Macan Ga Macan Asal Tutul: “Wahai Saipul. Aku dengar kamu itu seekor dokter. Semua lelaki suku Apa mengalami penyakit aneh. Jika kamu bisa menyembuhkan penyakit itu, kamu boleh tinggal disini.”
Saipul: “Baik paduka. Apa penyakitnya?”
Macan Ga Macan Asal Tutul: “Semua lelaki suku Apa mengalami gatal-gatal di alat kelaminnya.”
Saipul: “Baik paduka, saya akan periksa terlebih dahulu.”

Bergeraklah Saipul menuju Hapiz untuk mencoba memeriksa penyakit yang disebut oleh Macan Ga Macan Asal Tutul. Ternyata semua lelaki warga suku Apa memiliki permasalahan gatal-gatal karena belum disunat. Akhirnya Saipul mengatakan kepada Macan Ga Macan Asal Tutul apa penyebab wabah penyakit yang menimpa warganya dan memberi penjelasan bahwa penyakit tersebut bisa disembuhkan dengan cara disunat. Macan Ga Macan Asal Tutul memerintahkan Saipul untuk mengadakan sunat tersebut di balai kota, karena peristiwa ini merupakan peristiwa yang spektakuler bagi warga suku Apa.

Tak lama berselang, seluruh warga berkumpul di balai kota untuk menyaksikan proses sunat. Saipul pun memulai proses tersebut. Tidak sedikit warga suku Apa yang bergidik karena proses tersebut ternyata sangat menakutkan. Akan tetapi Saipul yang di kehidupan sebelumnya merupakan seorang penyanyi dangdut dapat mengatasi masalah ini. Dia dengan terampil bergerak menyunat dengan gerakan tari-tarian sembari bernyanyi. Dia pun menyuruh warga suku Apa untuk ikut bernyanyi dan bertepuk tangan. Semua warga suku Apa pun merasa terhibur dan ikut bernyanyi, menari serta bertepuk tangan sambil menyaksikan proses sunat.

Akhirnya proses sunat tersebut selesai dilaksanakan. Saat yang dinanti-nanti lelaki warga Suku Apa pun datang, apakah penyakit mereka dapat disembuhkan. Saipul bertanya kepada Hapiz, apakah kemaluannya masih gatal-gatal. Hapiz pun dengan senyum sumringah menggelengkan kepala. Seketika balai kota diliputi suasana gegap gempita. Warga suku Apa berteriak kesenangan. Merasa terhibur dengan aksi Saipul warga suku Apa pun berteriak serentak “AYO LAGI..LAGI..LAGI..LAGI”. Saipul yang memang memiliki jiwa penyanyi dangdut merasa paham situasi seperti ini. Dia pun menarik Hapiz untuk melakukan proses sunat sekali lagi. Warga suku Apa semakin bersorak sorai. Tak sedikit dari mereka yang berlutut memanjatkan doa atas hiburan seperti ini.

Akhirnya Saipul diterima oleh warga suku Apa untuk tinggal di pulau jauh tersebut. Saipul merasa bahagia karena dia disambut dengan baik oleh warga suku Apa. Saipul pun menetapkan hati untuk selamanya tinggal di pulau jauh dan pada akhirnya juga Saipul menikahi salah satu warga suku Apa yang dia sukai, Hapiz.

Itulah sekelumit cerita mengenai suku Apa. Alangkah baiknya jika kita dapat mengayomi moral dari cerita tersebut diatas. Semoga bermanfaat.

blog comments powered by Disqus
striker suku apa fc, keren, sudah disunat